Puisi : Belenggu sukma

Belenggu Sukma
Ketika putaran jam pantas berlalu
Dan ketika itu aku masih terkebil diatas ranjang yang tidak bertuan
Sebuah angan yang tidak kesampaian, sebuah harapan yang putus ditengah jalan
Bisikan janji mu masih belum di kota
Sumpah setia mu masih belum lagi bertahta
Dan kini hanyut dimuara sepi bagai deras airmata
Bayangan suram membalut sukma ku
Kenangan silam bertamu malam ku
Berdendang syahdu bersama irama cengkerik yang berlagu
Sehingga malam melepas kan tirai sendu
Berpadu sebuah janji yang erat
Namun terseksa sebuah jasad
Mengharap sinar datang bertamu
Namun kabus tetap merindu
Syukur siangku masih bertamukan pelangi
Dan senjaku masih berteman mentari
Namun kerlipan bintang dan sinaran bulan belum cukup menjana duka bagai belenggu dalam sukma

Nukilan : ARjunah Rindu

Post a Comment

0 Comments